Pembuatan Keputusan Dalam Gaya Kepemimpinan Transformasional: Studi Kasus Kepemimpinan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim)
Pendahuluan
Salah satu ukruan baik atau buruknya organisasi berada pada
kinerja organisasi. Kinerja organisasi juga erat kaitannya dengan sumber daya
manusia sebagai roda penggerak organisasi. Pertumbuhan serta perkembangan manajemen
sumber daya manusia dalam organisasi berupaya untuk mengoptimalkan hasil. Pada
organisasi khususnya terdapat pihak yang memiliki peran penting yaitu pemimpn
sebagai atasan dan pegawai sebagai bawahan. Suranta (dalam Lizawati, 2014)
menjelaskan bahwa kempemimpinan sangat penting dalam organisasi sebab pemimpin
memiliki peran strategis untuk mencapai tujuan organisasi yang ada pada visi
dan misi organisasi. Pemimpin perlu untuk menentukan visi dan misi arah
organisasi, mengkoordinasi dan mengarahkan, serta mengalokasikan dan memotivasi
pengikut atau sumber daya oorganisasi untuk lebih kompeten. Seperti yang
diungkapkan oleh Kotler (dalam Lunenburg, 2011) yang menyatakan bahwa:
“the leadership process involved: (1) developing a
vision for the organization; (2) aligning people with that vision through
communication; (3) motivating people to action through empowerment and through
basic need fulfillment. The leadership process creates uncertainty and change
in the organization.”
Berdasarkan
uraian di atas, dapat dimengerti kepemimpinan memegang peran penting untuk
mengawal kemajuan organisasi dengan berbagai kondisi atau perubahan yang
dihadapi. Kepemimpinan merupakan sebuah kemampuan dan juga keterampilan
seseorang untuk dapat mempengaruhi perilaku orang lain utamanya anggota
organisasinya agar berfikir dan bertindak sedemikian rupa yang telah didesain
oleh seorang pemimpin untuk mencapai tujuan organisasi.
Dari uraian-uraian di atas maka
dibutuhkan satu model kepemimpinan yang mampu mengelola perubahan dalam
organisasi. Model kepemimpinan transformasional ialah proses yang mengubah dan
mentransformasikan orang yang berkaitan dengan emosi, nilai, etika, standar,
dan tujuan organisasi. Riaz dan Ulhaque (dalam Lizawati, 2014) mengungkapkan
bahwa kepemimpinan transformasional atau transformational
leadership berpengaruh sangat signifikan terhadap pengambilan suatu
keputusan, pengambilan keputusan dijelaskan tidak bisa diambil secara spontan.
Pengambilan keputusan sangat berpengaruh terhadap efektivitas suatu organisasi.
Pada kepemimpinan transformasional pemimpin dipandang sebagai sosok yang
disegani dan figure yang memiliki integritas yang tinggi. Pemimpin juga
merupakan alat utana atau motor penggerak roda organisasi. Kajian kali ini akan
membahas lebih lanjut mengenai karakteristik atau ciri dari kepemimpinan
transformasional sendiri, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta pengambilan
keputusan dengan gaya kepemimpinan transformasional yang berpengaruh terhadap
efektivitas organisasi. Penulisan ini mengambil studi kasus dari Kepemimpinan
di Bank Jatim yang tlah mengimplemntasikan teknologi informasi dalam
kepemimpinannya.
Kajian Pustaka
Model Kepemimpinan Transformasional
Dalam konsep kepemimpinan
transformasional, Bass (1985) menekankan akan pentingnya elemen emosi dan
karisma dengan menempatkan karisma pada suatu hal yang penting namun bukan
keadaan yang cukup bagi kepemimpinan transformasional. Bass berpendapat bahwa kepemimpinan
transformasional akan memotivasi pengikut untuk melakukan lebih dari apa yang
diekspetasikan, mengajak mereka untuk melampaui pemikiran dan pandangan tentang
diri mereka sendrii demi kepentingan tim/organisasi, serta mendorong pengikut
untuk mencapai hal-hal yang lebih tinggi. Kepemimpinan transformasional
berfokus untuk memperbaiki performa dari para pengikut dan mendorong mereka
untuk mencapai kemampuan terbaik mereka (Avolio,1999; Bass& Avolio,1990).
Pemimpin yang transformasional cenderung memiliki konsep internal pada dirinya
sendiri secara kuat dan ideal sehingga mereka mampu untuk memotivasi dan
memberikan support kepada pengikut untuk melampaui pemikiran dan kapasitas
dirinya sendiri. Bass dan Avolio (1993) juga menyatakan terdapat 4 indikator
dalam gaya kepemimpinan transformasional yaitu : 1) charisma (idealized influence); 2) motivasi
inspirasi (motivational inspiration);
3) stimulasi intelektual (intellectual
stimulation); 4) konsiderasi individual (individualized
consideration). Dari penjelasan di atas dapat dimengerti bahwa kepemimpinan
transformasional ialah kemampuan pemimpin dalam menstimulus, memotivasi, dan
mengisnpirasi pegawai/bawahannya agar mampu mencapai atau bahkan melebihi hasil
yang diharapkan.
Gaya kepemimpinan transformasional
dilihat cenderung lebih disegani, dihormati, memberi motivasi, dan mendorong
bawahan untuk terus belajar serta memberi perhatian penuh kepada bawahan untuk
mampu melakukan pekerjaan lebih dari apa yang diharapkan. Kepemimpinan
transformasional diukur dari hal berikut :
1. Kharisma: Pemimpin digambarkan menjadi
figure yang kuat bagi para pengikutnya sehingga dapat menjadi teladan yang
baik. Pemimpin eperti ini memiliki standar yang tinggi akan moral dan etika
serta memiliki beragam visi dan misi yang jelas. Dengan idealistik dan karisma
yang dimilikinya pemimpin juga sangat menghargai apabila pengikutnya mampu
menghargai dan percaya pada dirinya.
2. Motivasi: Dalam konsep ini, pemimpin
digambarkan sebagai pribadi yang memiliki skill komunikasi yang sangat baik
sehingga mampu untuk memotivasi dan menginspirasi pengikutnya untuk bisa
berkotimen dan mengupayakan yang terbaik bagi organisasi/timnya. Pada tipe
kepemimpinan ini, kerja sama dalam tim juga akan meningkat. Contoh mudahnya
adalah seorang Sales Manager yang memotivasi dan menginspirasi
pengikutnya untuk mau mengupayakan yang terbaik sehingga hasilnya nanti akan
berguna bagi karir mereka ke depannya.
3. Stimulasi Intelektual: Dalam konsep ini,
pemimpin diminta untuk menstimulasi pengikut untuk tetap kreatif dan inovatif
untuk menantang kepercayaan dan kapasitas dirinya selama ini dan bergerak untuk
mencapai kapasitas dirinya yang lebih besar lagi.
4. Konsiderasi Individu: Pemimpin memberikan
lingkungan yang suportif dimana dirinya juga berusaha untuk mendengarkan setiap
pengikutnya. Pemimpin disini berperan sebagai pembina dan pemberi nasihat
sembari memberikan kesempatan bagi pengikutnya untuk melakukan beberapa
tugasnya dengan dampingan dirinya. Melalui konsep ini, pengikut diharapkan
dapat mencapai kapasitas terbaik dari dirinya lewat berbagai tantangan yang
diberikan dan lingkungan yang mendukung.
Bagaimana Pendekatan Transformasi Bekerja
Hal umum dan yang pertama dilakukan oleh pemimpin transformasional ialah menentukan visi dan misi organisasi. Sebelum menentukan misi apa yang akan dilaksanakan, maka harus berdasarkan visi yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Visi merupakan suatu sasaran yang akan dicapai pada periode, sedangkan misi merupakan implementasi/program untuk melaksanakan visi itu. Visi muncul dari kepentingan kelompok yang terdiri berbagai individu dan unit dalam organisasi. Visi merupakan sebuah peta konseptual ke mana arah organisasi yang akan memberi makna dan memperjelas identitas organisasi. Visi juga akan memberi para pengikut rasa identitas atau memiliki. Pendekatan transformasional juga mensyaratkan pemimpin menjadi arsitek sosial (Northouse, 2016:176). Arsitek sosial di sini artinya bahwa mereka para pemimpin mampu memperjelas nilai dan norma yang ada dan muncul dalam organisasi. Mereka para pemimpin mampu melibatkan dirinya dalam suatu budaya organisasi dan memaknainya dalam perilaku. Budaya organisasi diperlukan untuk mengetahui peran dan memahami bagaimana berperilaku dan berkontribusi pada tujuan organisasi. Dalam prosesnya, pemimpin transformasional efektif dalam bekerja dengan orang karena merekan akan membangun kepercayaan dan mendorong kolaborasi dengan orang lain atau para pengikutnya. Pemimpin transformasional juga mampu mendorong atau memotivasi orang lain dalam mencapai tujuannya. Pada akhirnya, kepemimpinan transformasional menghasilkan orang-orang merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri dan kontribusi mereka untuk kebaikan bersama yang lebih besar.
Faktor Efektivitas Organisasi
Menuruut Steers (2006:8) terdapat empat faktor yang bepengaruh besar terhadap efektivitas. Pertama, karakteristik organisasi ialah hubungan yang bersifat relative tetap seperti susunan SDM dalam organisasi. Kedua, karakteristik lingkungan dengan dua aspek eksternal dan internal. Ketiga, karakteristik pekerja yang sangat berpengaruh karena berkaitan dengan kemmampuan/kompetensi yang dimiliki. Keempat, karakteristik manajemen dimana strategi dan mekanisme kerja dirancang untuk mengkoordinir semua hal yang ada dalam organisasi agar efektivitas tercapai.
Proses Pengambilan Keputusan
Sebelum mengambil keputusan, harus dimengerti bahwa pada setiap masalah terdapat peluang untuk memberikan solusi. Pada dasarnya setiap masalah pasti terdapat berbagai alternative solusi sebagi opsi untuk menentukan tujuan. Tahapan pengambilan keputusan menurut Rivai et al (dalam Lizawati, 2014) terbagi menjadi 5 yaitu : 1) Identifikasi masalah, artnya penting untuk memahami secara komprehensif suatu masalah yang hal ini berpengaruh pada pengambilan keputusan dan penetapan tujuan; (2) Identifikasi altenatif masalah, alternative masalah dapat dilihat dengan menentukan kendala-kendala yang ada; 3) Memformulasi dan mengembangkan berbagai alternative; 4) Implementasi keputusan, pemimpin pada tahap ini melakukan hal yang menyangkut pemberian kekuatan pada keputusan tsb; 5) Mengevalusi, memonitor serta memberikan feedback.
Pembahasan
Pengaruh
Kepemimpinan Transformasional Terhadap Efektivitas Organisasi
Berdasarkan penelitian Lizawati (2014)
pada temuan penelitian menunjukkan bahwa edektivitas organisasi dikarenakan
adanya otivasi inspirasi dari pimpinan Bank Jatim Cabang Surabaya. Hal ini lah
yang menjadi pemicu karyawan untuk bekerja semaksimal mungkin demi mencapai
efektivitas organisasi. Hal tersebut terbukti dengan adanya perbaikan system
pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Pemimpin Bank Jatim Cabang
Surabaya juga melakukan stimulasi intelektual kepada bawahan dengan memberi
kepercayaan pada karyawan untuk lebih inovatif. Pimpinan juga memberi perhatian
pada karier karyawan dengan adanya promosi sesuai kinerja. Pemimpin Bank Jatim
Cabang Surabaya juga berhasil meraih beberapa penghargaan yang demikian menjadi
cerminan bahwa organisasi berjalan efektif. Beberapa penghargaan yang diraih
ialah Indonesia Banking Award – Best Performance Banking 2011.
Pencapaian tersebut menjadi cerminan bahwa perusahaan telah mampu mencapai
target dikarenakan kinerja karyawan yang bagus. Kinerja karyawan yang bagus di
sini dipengaruhi ileh pemimpin yang selalu memberi dorongan dan inspirasi
terhadap bawahan. Hubungan gaya kepemimpinan transformasional terhadap
efektivitas organisasi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, artinya
efektivitas organisasi semakin baik karena didorong oleh pemimpin yang
cenderung bergaya kepemimpinan transformasional.
Pengaruh
Kepemimpinan Transformasional Terhadap Pengambilan Keputusan
Hasil penelitian Lizawati (2014) menunjukkan bahwa
indicator motivasi inspirasi membentuk gaya kepemimpinan transformasional pada
Bank Jatim Cabang Surabaya. Gaya kepemimpinan transformasioal yang diterapkan
oleh pimpinan Bank Jatim Surabaya menghasilkan bahwa kepemimpinan
transformasonal berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan pimpinan, di
sini berarti bahwa semakin cenderung gaya kepemimpinan transformasional maka
pengamilan keputusan akan semakin tepat sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Pengambilan keputusan yang dilakukan pemimpin Bank Jatim Surabaya berfokus
terhadap kemajuan organisasi, oleh karna itu pengambilan keputusan juga mengacu
terhadap kondisi para karyawan. Peran strategis pemimpin dalam mengambil
keputusan tercermin dengan sosok pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi para
bawahan. Dengan begitu pengambilan keputusan berdasarkan pada kepekekaan
pemimpin Bank Jatim Surabya terhadap kemajuan organisasi serta kondisi bawahan.
Pengambilan keputusan yang dilakukan yaitu dengan adanya perubahan sistem dari
yang cenderung manual menuju system yang berbasis informasi teknologi sehingga
pelayanan akan semakin efektif dan efisien. Pemimpin Bank Jatim Surabaya
cenderung bergaya kepemimpinan transformasional yang berpengaruh positif
terhadap organisasi yang semakin efektif melalui pengambilan keputusan yang
tepat.
Penutup
Pemimpin dengan gaya kepemimpinan
transformasional akan berpengaruh positif terhadap efektivitas organisasi. Hal
ini terlihat dari pemimpin yang selalu memotivasi dan menginspirasi bawahan.
Selain itu semakin pemimpin bergaya transformasional maka pengambilan keputusan
akan semakin berfokus pada pengembangan kemajuan organisasi. Pengambilan
keputusan terlihat dari sikap pemimpin yang yang selalu memperhatikan kondisi
bawahan. Pengambilan keputusan yang berfokus pada pengembangan organisasi yang
mempertimbangkan kondisi bawahan akan membawa organisasi yang berkinerja
efektif.
Daftar Pustaka
Lizawati, I. 2014. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional
Terhadap Efektivitas Organisasi Melalui
PEngambilan Keputusan. Jurnal Ilmu Manajemen. 2(4) : 1606-1618.
Northouse, Peter G.
2014. Leadership; Theory and Practice. Sage
Publications: United States of America.
Handoko H, Tjiptono F.
1996. Kepemimpinan Transformasional dan Pemberdayaan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. 11(1)
Maulida, T. 2017. Kepemimpinan Transaksional, Pengambilan
Keputusan, dan Implementasi Rencana Strategis. Jurnal
Administrasi Pendidikan. 24 (1) : 14-15.
Comments
Post a Comment